07
Dec

Pemutaran Film dan Diskusi

Pemutaran film dan Diskusi Mengenai Perjuangan Masyarakat Adat dalam Melindungi Hutan Indonesia dan Perubahan Iklim secara Global

Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Nature Film Society (INFIS) akan menampilkan 4 film yang menceritakan kisah orang-orang yang berjuang menjaga hutan. Pemutaran film akan dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai proses pembuatan film dokumenter yang fokus pada masyarakat adat dan perubahan iklim, serta peran masyarakat adat dalam melindungi hutan Indonesia dan perubahan iklim secara global.

Kampanye Siapa Lagi Kalau Bukan Kita merupakan rangkaian aksi yang berlangsung di seluruh dunia dalam rangka menuju Converence of the Parties (COP) ke-21 di Paris. Di Indonesia, kampanye ini akan diselenggarakan di berbagai universitas di Indonesia.

Lokasi              : Ruang Cinema, Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia

Tanggal           : Kamis, 10 Desember 2015

Waktu              : 13.30 WIB – selesai

Pembicara       :

Nanang Sujana (Indonesia Nature Film Society). Nanang adalah seorang sutradara dan produser film dokumenter Indonesia yang berasal dari suku Rejang di Bengkulu, Sumatra. Ia memulai karir di film dokumenter pada tahun 2003 setelah menyelesaikan gelar sarjana di bidang Biologi Kelautan Institut Pertanian Bogor. Pada tahun 2006 Nanang dan beberapa pembuat film dokumenter lainnya mendirikan Gekko Studio dan Indonesia Nature Film Society (INFIS). Nanang menjadi orang Indonesia pertama yang memenangkan Penghargaan Internasional The International Award in Nature and Wildlife Filmmaking, dan memenangkan berbagai penghargaan internasional lainnya dalam bidang film hidupanliar.

Mufti Fathul Barri (Forest Watch International).

Lahir di Jakarta, 19 September 1989. Telah aktif bergerak dalam bidang sosial dan lingkungan saat duduk di bangku kuliah, pada rahun 2011 di IPB. Menjadi Head campaigner dalam projek Advokasi Penyelamatan Hutan di Alam di Pulau-pulau Kecil hingga sekarang. Salah satu publikasi yang dihasilkan oleh Mufti adalah Tata Kelola Buruk : Masyarakat Adat Terdampak Bencana Asap pada thaun 2015 yang diterbitkan oleh Forest Watch Indonesia (FWI) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Film yang akan diputar           :

Dayak dan Drones

Sutradara : Paul Redman

Bahkan hutan yang dikelola dengan baik dan telah mendapatkan pengakuan, kerap kali menghadapi tantangan konstan. Tetapi dengan teknologi GPS dan drone yang inovatif, didorong melalui kampanye kerjasama, dan dengan dukungan pemerintah daerah serta sektor ekowisata, orang Setulang dapat terbantu untuk berkembang. Mereka telah menunjukkan bahwa hak-hak masyarakat, lingkungan dan pembangunan bisa berjalan seiring.

Masyarakat Adat di Hutan Halmahera

Sutradara : Nanang Sujana

Di pulau Halmahera, Maluku Utara, lebih dari 300 izin pertambangan mengancam keberadaan hutan tropis yang tak ternilai. Penebangan liar menjadi masalah bagi masyarakat adat Tobelo Dalam Dodaga. Bersama Abe Ngingi, seorang aktivis dari AMAN, masyarakat adat berupaya untuk untuk melindungi hutan mereka

Dari Para Leluhur

Sutradara : Paul Redman

Masyarakat adat yang hidup dari hutan kemenyan di Podumaan Sipituhuta, Sumatera Utara masih harus terus berjuang untuk menghentikan ekspansi penanaman eucalyptus oleh perusahaan. Aksi agresif yang dilakukan oleh perusahaan yang memiliki kedekatan dengan pejabat lokal dan aparat kepolisian telah membawa perjuangan masyarakat kedalam lorong gelap – terjadinya demonstrasi, intimidasi, penangkapan, dan konfrontasi

Harapan*

Sutradara : Paul Redman

Ketika para pemimpin dunia berkumpul di Paris untuk konferensi perubahan iklim COP21, kami mengunjungi komunitas adat yang unik di pedalaman hutan hujan Indonesia. Mereka menawarkan solusi sederhana untuk krisis perubahan iklim global. Masyarakat adat Sungai Utik, komunitas Dayak Iban di Kalimantan Barat ini telah menjaga dan merawat hubungan kuat mereka dengan hutan. Meskipun berbagai tekanan dari banyak perusahaan yang ingin menguasai wilayah adat mereka. Hutan adat mereka masih terjaga baik dan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kehidupan serta budaya yang menjaga persatuan mereka. 

Pendaftaran    : https://goo.gl/pTtT0E

Narahubung    : Ewith (+62 822 7604 6209)

Website http://ifnotusthenwho.me/ atau http://siapalagikalaubukankita.me/

Tidak ada biaya pendaftaran, peserta akan mendapatkan kudapan.

*masih dalam konfimasi

 

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...
X