Pengembangan Transportasi Massal Pasca Kenaikan BBM

Studi ADB (2012) menemukan bahwa sektor transportasi di Indonesia sedang menghadapi tantangan kapasitas institusi, kurangnya jaringan infrastruktur pendukung, rendahnya kualitas pada jaringan infrastruktur yang ada, dan inefisiensi operasi sehingga komponen biaya transportasi Indonesia lebih tinggi dari negara lain di kawasan Asia Timur. Pengembangan transportasi massal belum menjadi prioritas kebijakan dan pendanaan pemerintah nasional dan daerah. Transportasi darat masih memerlukan penambahan panjang jalan raya dan rel kereta api pada perjalanan antarkota dan belum ada kota di Indonesia yang memiliki transportasi massal selain bis dan kereta api. Jumlah dan frekuensi kapal feri pada transportasi laut masih jauh dari memadai. Pelabuhan dan lapangan terbang telah melebihi kapasitas dengan waktu tunggu yang terus bertambah, sedangkan pengembangan masih berjalan perlahan. Belum lagi permasalahan BBM yang terus disubsidi oleh pemerintah sepanjang tahun. Implikasinya, proporsi anggaran pemerintah pusat untuk keperluan pembangunan akan terus tergerus oleh subsidi BBM.

Untuk mengulas dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengembangan transportasi massal pasca kenaikan harga BBM dan pembangunan yang berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI, Research Center for Climate Change (RCCC) UI, dan German International Cooperation (GIZ) menggelar kerja sama berbentuk sebuah dialog terbuka pada hari Kamis, 16 Januari 2014 mulai pukul 8.30 sampai 12.30 di auditorium lantai 6 Perpustakaan Pusat Kampus UI Depok. Menghadirkan Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D. (Wakil Menteri Keuangan RI) sebagai pembicara kunci, dialog ini turut melibatkan beberapa pembicara lain, seperti Prof. Danang Parikesit, M.Sc. (Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia), Irfa Ampri, Ph.D. (Kepala PKPPIM - BKF Kemenkeu), Dr. Triarko Nurlambang (Kepala Deputi Pengembangan RCCC UI), dan M. Fadli Hanafi (Ketua BEM PE FE UI 2012) dengan dipandu oleh Agus Haryadi (produser Dialog TVRI) selaku moderator. Namun, terkait berhalangannya Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D. untuk hadir, maka Irfa Ampri, Ph.D. turut berperan sebagai pembicara kunci selaku pengganti. Peserta seminar tidak dipungut biaya.

Dialog dibuka oleh Dr. Bachtiar Alam selaku Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI mewakili Rektor UI. Dialog dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu sesi pertama untuk presentasi para pembicara; sesi kedua adalah para pembicara saling menyampaikan dan menanggapi pernyataan yang diberikan; sesi ketiga adalah interaksi antara para peserta kepada pembicara untuk menyampaikan pendapat dan pertanyaan. Pada akhir sesi, para pembicara diberikan kenang-kenangan oleh Prof. Dr. Abimanyu T. Alamsyah selaku perwakilan RCCC UI dan Budi Sitepu dari GIZ. Dialog terbuka diakhiri dengan konferensi pers oleh media yang telah hadir.

Dialog ini telah dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor bidang pemerintah (Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perekonomian, Ditjen Migas, Sekretariat Wakil Presiden RI, DLLAJ Kota Bogor dan Tangerang, serta PT. KAI), swasta (PT. Damar Tinandhoe Strategi), dan perguruan tinggi (Universitas Padjajaran, Surya University, Politeknik Negeri Jakarta, dan IISF Institute). Turut hadir pula Ketua DPP Organda Eka Sari Lorena Surbakti dan berbagai pers.  Dalam dialog ini terungkap pentingnya pengalihan dan pemanfaatan transportasi massal , peningkatan kenyamanan transportasi massal, serta koordinasi antarpihak terkait.

Materi presentasi dari tiap pembicara dan video dapat diakses di menu Publication.